Demak – Pagi ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak melakukan pembaharuan data terkait dengan musibah banjir yang sedang melanda di wilayahnya. Hasilnya, data terbaru menyatakan banjir meluas di 13 Desa di 4 kecamatan, yaitu Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, dan Karangtengah. Korban terdampak sebanyak 2.493 KK, yang terdiri dari 9.972 jiwa.
Penyebab meluasnya banjir di Demak karena bertambahnya debit air dari hulu. Imbasnya, ada empat tanggul di Demak yang jebol sehingga air melimpas ke permukiman di sekitarnya.
4 Titik Tanggul Jebol di Demak
- Tanggul kanan dan kiri Dukuh Mangun, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen
- Tanggul kanan Sungai Cabean, Dukuh Ngemplik, Desa Sidorejo jebol, sehingga air menggenangi di permukiman warga dan persawahan dengan ketinggian sekitar 40-100 cm.
- Tanggul Sungai Tuntang Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.
- Tanggul kanan Kali Tuntang Desa Kalianyar dan Desa Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam, mengalami jebol dan air melimpas.
4 Kecamatan Terdampak Banjir
- Kecamatan Karangawen
Desa terdampak banjir yakni Desa Sidorejo dan Desa Rejosari, warga terdampak di Sidorejo sebanyak 57 KK dan di Rejosari sebanyak 495 KK. Jumlah pengungsi sebanyak 105 orang. - Kecamatan Kebonagung
Desa terdampak banjir yakni Desa Pilangwetan dan Desa Kebonagung. Warga terdampak banjir di Pilangwetan sebanyak 453 KK. Di Kebonagung terdapat rembesan dan pergeseran tanggul sepanjang sekitar 10 meter. Ada 6 gedung sekolah, 1 masjid, dan kantor kelurahan yang juga terendam banjir. - Kecamatan Wonosalam
Desa terdampak banjir yakni Desa Kalianyar, Desa Doreng, Desa Tlogodowo, Desa Lempuyang, Desa Karangrowo, dan Desa Kendaldoyong. Di Kalianyar terdapat 349 KK yang terdampak banjir, yaitu di Dukuh Pangkalan dengan ketinggian air sekitar 70 cm. Di Desa Doreng terdapat 34 KK terdampak. Di Desa Tlogodowo terdapat 304 KK yang terdampak dan 130 orang mengungsi. Di Desa Lempuyang terdapat 641 KK terdampak banjir. Di Kendaldoyong sebanyak 100 KK terdampak banjir. - Kecamatan Karangtengah
Desa terdampak banjir yakni Desa Batu dan Desa Ploso. Di Desa Batu terdapat air melimpas ke jalan sekitar 10 cm. Di Desa Ploso, air menggenangi Dukuh Kalitengah dan Dukuh Kauman. Tidak ada korban terdampak di kedua desa ini.





