Banjir hingga Dua Meter Rendam Sejumlah Titik di Cianjur, Ratusan KK Mengungsi

Ilustrasi Banjir setinggi 1 meter mengenangi perkampungan di Kecamatan Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat, akibatnya seratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi karena air bah semakin tinggi, Minggu (26/3/2023). (Foto: ANTARA/Ahmad Fikri)

CIANJUR – Empat kecamatan di Cianjur, terendam banjir akibat aliran sungai meluap dengan ketinggian rata-rata 2 meter, dan ratusan kepala keluarga mengungsi.

Kepala BPBD Cianjur, DindinĀ  mengatakan hujan deras dengan intensitas tinggi lebih dari jam kembali melanda sebagian besar wilayah Cianjur, sehingga menyebabkan bencana alam banjir dan longsor di beberapa titik.

“Bencana alam banjir terjadi di Kecamatan Ciranjang, Kecamatan Pacet, Kecamatan Mande, dan Kecamatan Cikalongkulon. Di Kecamatan Mande ketinggian air mencapai 2 meter, sehingga sembilan kepala keluarga terpaksa di evakuasi ke tempat aman,” katanya.

Dindin menjelaskan, di Kecamatan Mande terdapat dua desa yang terendam banjir paling parah, sehingga 56 kepala keluarga terdiri dari 345 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudaranya yang dinilai aman dari jangkauan banjir.

Banjir juga kembali mengenangi 70 rumah warga di Kecamatan Ciranjang, tepatnya di Desa Ciranjang yang beberapa hari sebelumnya terendam banjir, namun tidak setinggi banjir pertama yang mencapai 1,5 meter, 70 kepala keluarga terdiri dari 135 jiwa masih mengungsi.

“Untuk Kecamatan Pacet dan Cikalongkulon, tidak ada warga yang mengungsi karena ketinggian air hanya sebetis orang dewasa, namun sejumlah titik longsor dilaporkan terjadi di sejumlah titik termasuk di jalur alternatif Cianjur-Jonggol,” katanya.

Dindin menambahkan, pihaknya sudah mengirim petugas ke empat kecamatan untuk melakukan pendataan berapa banyak rumah yang terdampak dan mengalami rusak akibat banjir termasuk melakukan pendataan terkait longsor di Kecamatan Pacet dan Cikalongkulon.

Advertisement