Banjir Landa Delapan Kecamatan di Pandeglang yang Terdampak Tsunami

Ilustrasi Banjir lumpur di Kecamatan Labuan dan Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang/ Poskotanews

PANDEGLANG – Banjir melanda delapan kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang terdampak tsunami 22 Desember pada Rabu (26/12/2018).

Ketinggian banjir mencapai 1,5 meter di Kecamatan Labuan, Sukaresmi, Munjul, Angsana, Bojong, Patia, Pagelaran dan Panimbang.

Di Kecamatan Labuan banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cipunten setelah hujan deras turun.

“Sebenarnya air mulai menggenang sejak Minggu malam (23/12) akibat hujan terus mengguyur Pandeglang, namun parahnya hari ini. Air mulai naik pukul 08.00 WIB,” Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pandeglang Ade Mulyana.

Ia mengatakan banjir paling parah terjadi di Desa Teluk dan Desa Kalanganyar di Kecamatan Labuan, tempat sekitar 1.014 rumah warga terdampak terjangan tsunami pada 22 Desember malam.

“Rumah yang masih berdiri sekarang direndam banjir. Tidak ada korban karena warga masih berada di pengungsian,” katanya.

Warga Kecamatan Labuan setelah tsunami umumnya mengungsi ke Kecamatan Jiput dan sampai sekarang masih bertahan di pengungsian. Kecamatan Angsana dan Munjul juga menjadi tempat pengungsian warga dari beberapa kecamatan yang terdampak tsunami.

Sekarang jalanan di kecamatan-kecamatan itu tergenang. “Jalan sulit dilalui, sehingga pengiriman bantuan terhambat,” kata Ade, dilansir Antara.

Advertisement