
GAZA – Setelah delapan belas tahun mendekam dipenjara karena ditahan saat dalam perjalanan kembali ke Gaza melalui penyeberangan Rafah, Imad Al-Din Al-Saftawi akhirnya bebas pada 12 Desember lalu.
Sebelum dia ditahan, dalam perjalanan pulangnya dia sudah membeli hadiah yang akan diberikan untuk istrinya dari Dubai.
Dihimpun Middle East monitor, Imad ditahan dalam perjalanan pulang dari Emirates pada tahun 2000 oleh pasukan pendudukan Israel. Dia menyimpan hadiah yang dibelinya istrinya, yakni ponsel Nokia yang canggih kala itu, dengan dia harapan dapat memberikan kepadanya istrinya.
Setelah dibebaskan pada tanggal 12 Desember, akhirnya dia dapat menyerahkan kembali barang-barangnya, termasuk telepon.
Kisahnya menjadi viral karena putri remajanya memposting di media sosial tentang ayahnya yang memberikan ibunya hadiah yang tertunda selama 18 tahun.




