Banjir Membuat Warga Desa di Gunungkidul Kesulitan Air Bersih

Ilustrasi krisis air/ Jawapos

GUNUNGKIDUL – Banjir telah membuat sejumlah warga di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus mengalami kesulitan air bersih karena rusaknya penampungan air hujan milik warga.

Sementara aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga masih macet. Menurut Kepala Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Gunungkidul Evi Nur Cahyani, ada sebanyak 42 keluarga yang terdampak akibat banjir yang terjadi pada Selasa (28/11/2017).

Banjir merusak sejumlah infrastruktur desa dan menyebabkan pasokan air bersih untuk warga terganggu. Selain karena sejumlah tampungan air hujan milik warga kotor, aliran air milik PDAM juga macet. “Akibatnya ada sebagain warga yang kekurangan air bersih,” ujarnya, Selasa (12/12/2017).

Sementara itu Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono, mengatakan sudah ada bantuan logistik yang di kirim ke Sidoharjo pada Selasa pagi. Dia mengakui memang di desa tersebut masih membutuhkan logistik dan juga air bersih setelah diterjang banjir beberapa hari lalu.

“Memang disana sempat ada kekurangan air, tapi kami sudah kirimkan hari ini [selasa], ada permakanan dan sejumlah kebutuhan lainnya,” ungkap dia, dilansir Solopos, Rabu (13/12/2017).

 

Advertisement