Belum Ada Tanda Blokade Saudi di Yaman Akan Dihentikan

Sebuah kapal kargo yang ditambatkan di pelabuhan Laut Merah Yaman di Hudaydah pada 7 November 2017/ AFP

WASHINGTON – Kepala badan bantuan pemerintah AS mengatakan hingga kini tidak ada tanda-tanda bahwa blokade pelabuhan Yaman oleh koalisi militer yang dipimpin oleh Saudi dihentikan.

Administrator USAID Mark Green meminta koalisi militer pimpinan Saudi untuk membuka pelabuhan Yaman dan Houthi Yaman menghentikan penembakan untuk mengizinkan pasokan makanan dan obat-obatan bagi puluhan ribu orang Yaman yang terjebak dalam pertempuran tersebut.

Green berbicara setelah AS mengumumkan bantuan makanan darurat senilai $ 130 juta untuk Yaman. Dana baru tersebut mencakup hampir $ 84 juta bantuan makanan AS dan $ 46 juta untuk bantuan darurat bencana.

“Sayangnya saya tidak bisa mengatakan bahwa telah terjadi pelonggaran blokade,” kata Green kepada Reuters, Selasa (12/12/2017). “Kami mencoba memberi isyarat dengan pengumuman bahwa kami siap menanggapi bencana kemanusiaan ini.” tambahnya.

Green mengatakan bahwa dia sangat memperhatikan banyak sisi mengenai krisis di Yaman, namun khususnya kegagalan untuk memasukkan bahan bakar ke dalam negeri sehingga orang-orang memiliki akses terhadap air bersih.

“Itu berarti sejumlah komunitas tidak memiliki air bersih atau akan sangat lama, dan dalam kedua kasus itu merupakan keprihatinan mengerikan dari perspektif kolera dan perspektif kelangsungan hidup,” tambahnya.

Sementara koordinator PBB untuk Yaman, Jamie McGoldrick, mengatakan pada hari Senin bahwa blokade tersebut telah berkurang namun situasinya tetap mengerikan dengan 8,4 juta orang diambang kelaparan di Yaman.

Sebuah koalisi militer pimpinan-Arab yang memerangi gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran memblokade pelabuhan bulan lalu setelah sebuah rudal ditembakkan ke Riyadh.

Washington pekan lalu memperingatkan Arab Saudi bahwa kekhawatiran di Kongres mengenai situasi kemanusiaan di Yaman dapat mempengaruhi bantuan AS untuk sekutu dalam koalisi pimpinan-Saudi, termasuk pengisian bahan bakar jet koalisi AS dan beberapa pembagian intelijen.

Advertisement