
BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat tujuh dari total 23 kecamatan di wilayah itu dilanda banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan penyebabnya berbeda-beda, ada yang banjir luapan kali, ada juga yang diakibatkan pasang air laut.
Muchlis menyebutkan tujuh wilayah terdampak banjir yaitu Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, Tambun Utara, Sukatani, Cikarang Pusat, dan Kecamatan Serang Baru.
Dia merinci lima desa se-Kecamatan Muaragembong dilanda banjir rob yakni Desa Pantai Sederhana, Pantai Mekar, Pantai Bakti, Pantai Bahagia dan Pantai Harapan Jaya. Banjir rob juga melanda Kampung Sembilangan di Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, serta Desa Huripjaya di Kecamatan Babelan.
Di Kecamatan Sukatani, banjir merendam empat titik di tiga desa yakni Kampung Jagawana Desa Sukarukun, Kampung Kobak Baya dan Serengseng di Desa Sukadarma, serta Kampung Gandu di Desa Sukamulya.
“Sama halnya dengan penyebab banjir di Desa Jayasampurna, Kecamatan Serangbaru yakni Kali Cikarang meluap,” katanya.
Sejumlah pemukiman warga di Desa Satriamekar, Karang Satria dan Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, turut tergenang banjir akibat luapan Kali Bekasi.
Sedangkan di Kecamatan Cikarang Pusat, kata dia, banjir yang melanda Kampung Parung Lesang di Desa Pasirranji yang dipicu luapan Kali Cibeet. Namun saat ini sudah berangsur surut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriyadi mengatakan telah menerjunkan personel Unit Reaksi Cepat (URC) untuk melakukan asesmen, sekaligus mengirim logistik untuk membantu warga terdampak banjir.
“Di Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, kami juga telah mendirikan tenda darurat,” katanya.
Dia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan berdekatan dengan dataran tinggi untuk meningkatkan kewaspadaan karena pada lokasi tersebut rawan terjadi banjir serta tanah longsor pada musim hujan ini.




