TANJUNGPINANG – Banjir rob menggenangi 80 persen kelurahan di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam sepekan terakhir.
Beberapa kelurahan dimaksud antara lain di Kampung Bugis, Melayu Kota Piring, Tanjung Ayun Sakti, Suka Berenang, Kampung Sidodadi hingga Jalan Kenanga di KM 2.
“Air laut pasang tinggi atau dikategorikan banjir rob sudah jadi langganan setiap tahun, terutama di wilayah pesisir,” kata Kepala BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin, Kamis.
Menurutnya, banjir rob yang terjadi saat ini mengakibatkan air laut naik relatif tinggi ke permukaan hingga merendam sejumlah rumah warga sampai bahu jalan di kawasan pesisir.
“Bagi perumahan warga yang selama ini masih rendah atau di bawah akan cepat masuk air laut,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, air laut juga merendam Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Tanjungpinang. Akibatnya sebagian dari lantai kelas sekolah tersebut tergenang air laut.
Namun demikian, lanjut Yamin, kondisi banjir rob tahun ini masih dalam batas wajar dan belum berefek evakuasi terhadap warga yang bertahan di rumah masing-masing, karena ketinggian air sejauh ini cuma sebatas mata kaki hingga betis orang dewasa.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang dibarengi curah hujan karena bisa memicu air laut naik ke permukaan lebih tinggi dari biasanya.
Selain itu warga juga harus berhati-hati dengan kemunculan reptil terbawa banjir rob seperti ular dan buaya.





