INDRAMAYU – Sejumlah daerah di Indramayu menjadi langganan terdampak banjir rob sepanjang tahun 2016, namun beruntung tidak ada korban jiwa akibat bencana yang disebabkan gelombang pasang laut tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana menyebutkan, banjir rob telah menjadi langganan di sejumlah daerah. Di antaranya Desa Cemara, Kecamatan Losarang, Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Desa Dadap dan Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, serta Desa Ujunggebang dan Tegal Taman, Kecamatan Sukra.
Ia menambahkan banjir rob biasa menggenangi daerah pesisir setiap bulan purnama tiba. Lamanya genangan banjir akibat rob biasanya hanya dalam hitungan jam.
Namun, sepanjang tahun ini, rob besar terjadi beberapa kali. Bahkan, di Desa Eretan Wetan, banjir rob menggenangi ribuan rumah warga dengan ketinggian hingga satu meter. “Sepanjang tahun ini, banjir rob besar sudah terjadi sekitar tiga sampai empat kali,” terang Edi, Rabu (28/12/2016).
Edi menjelaskan, tercatat sebanyak 2.530 kepala keluarga di Desa Eretan Wetan dan Kulon terkena dampak akibat air pasang laut. Rumah mereka terendam banjir rob dengan ketinggian bervariasi.
Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Aep Surahman mengatakan, untuk mengatasi bencana banjir diperlukan kerjasama dari berbagai instansi. Dia pun mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Masyarakat harus memperhatikan lingkungannya, terutama menyangkut sampah, saluran air dan drainase,” tutur Aep.





