BIMA – Saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau lokasi banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ia berharap usai liburan semester selesai sekolah sudah dapat digunakan lagi dan kegiatan belajar mengajar kembali normal.
“Setelah liburan semester nanti, semua sekolah harus sudah bisa digunakan,” katanya di SDN 55 Bima yang masih tergenang lumpur.
Mendikbud juga mengunjungi SDN 29, SMPN 13, SMKN 1, serta beberapa sekolah swasta yang terdampak banjir.
Mendikbud meminta agar semua pihak bekerja keras mengupayakan agar anak-anak tidak terganggu belajarnya.
“Meskipun kondisi darurat, anak-anak harus tetap bisa belajar. Sekolah-sekolah kita siapkan, alat-alat sekolah kita bantu,” tambah Muhadjir.
Tak hanya itu, rehabilitasi sekolah yang rusak dan pengadaan alat-alat elektronik seperti komputer juga menjadi prioritas percepatan awal tahun depan. Ia berharap agar siswa-siswa yang akan menghadapi ujian nasional tidak terganggu.
“Komputer dan jaringannya untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) akan kita dahulukan agar segera bisa digunakan untuk belajar,” tuturnya, dikutip dari Okezone.com.
Sejauh ini menurut data Kemdikbud setidaknya 71 sekolah se-kota dan kabupaten Bima terdampak banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 50 cm. Meskipun sudah surut, lumpur di sekitar sekolah masih belum sepenuhnya dapat dibersihkan. Peralatan elektronik hampir semuanya tidak bisa digunakan lagi. Akibatnya, sejumlah lebih dari 37.000 siswa terancam tidak bisa belajar jika tidak segera ditangani.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah berinisiatif membersihkan sekolah dengan peralatan seadanya. Kemdikbud akan membentu percepatan penanganan ini dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya.





