KARAWANG – Merespon kejadian jatuhnya Pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang dengan nomor penerbangan JT 610 yang hilang kontak, Senin (29/10/2018), Tim SAR Dompet Dhuafa dari Disaster Management Center (DMC) langsung bergerak ke lokasi pantai Tanjung Pakis, Perairan dekat Karawang, Jawa Barat.
Tim respon kali ini Dompet Dhuafa menurunkan armada Hillux 4 org, Barzah 2 armada dengan 4 orang. Di lokasi Tim Dompet Dhuafa berkoordinasi dengan Basarnas dan Tim DVI Polda Jabar.
“Karena di Tanjung Pakis kurang pergerakan, tim Dompet Dhuafa dengan Hillux sebanyak 4 orang dan Barzah 2 orang ditambah 1 ambulans dengan tim medis, bergerak ke Tanjung Priok, ” ungkap Narwan, PIC SAR Dompet Dhuafa.
Dikatakan Narwan, akhirnya tim dibagi dua : tim Tanjung Priuk dan Karawang. Untuk tim Karawang terdiri dari Barzah (2 org barzah) dan Ambulans dengan tim medis.
Seperti diketahui penumpang Lion Air berjumlah 189 org, terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, 2 bayi, 2 pilot, 6 awak kabin.
Penemuan kemarin, kata Narwan, 22 kantong jenazah dengan kondisi yang tidak utuh, serta serpihan dari badan pesawat. Rencana Respon Selasa, 30 Oktober 2018, tim Dompet Dhuafa mengikuti arahan dari Basarnas dan tim berusaha masuk ke scuba rescue Indonesia serta mengedrop logistik.
Alamat Posko Gabungan Pencarian dan Pertolongan di Dermaga 203, Tanjung Priok





