Dompet Dhuafa Salurkan Genset dari Donatur untuk Rumah Ibadah di Kulawi

Penyerahan genset dari Dompet Dhuafa untuk Gereja BK Pangana, Dusun Bolapapu, Kulawi, Sulteng disampaikan oleh relawan RPAI. Foto: Ist

KULAWI (KBK) – Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah merupakan kawasan yang jauh di perbukitan. Untuk mencapai kawasan tersebut diperlukan waktu selama 4,5 jam dari Kota Palu dalam kondisi normal.

Kawasan ini melewati jalan mendaki dan menurun sekira 76 Km, yang di pinggir kanannya ada lembah yang terjal dan di samping kirinya perbukitan yang rawan longsor. Lebih dari 10 KM adalah kawasan yang sangat rawan longsor yang berisiko menimbun badan jalan.

Gempa, tsunami dan likuifaksi yang dialami Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) lalu, membuat kawasan Kulawi yang jauh di pedalaman ini juga terdampak. Bahkan sebuah Dusun Bolapapo, Desa Boladangko, yang memiliki 171 KK dengan 570 jiwa, semua rumah penduduk di sana rata dengan tanah .

“100 persen rumah penduduk rata dengan tanah, sekarang mereka tinggal di tenda-tenda,” ungkap Sindy, Relawan Pencita Alam Indonesia (RPAI), yang menjadi mitra Dompet Dhuafa dalam menyalurkan bantuan di Kulawi.

Untuk sekitar Kulawi saja yang terdampak gempa ini ada sekitar 676 KK, kebutuhan yang mendesak untuk Kulawi adalah sembako dan listrik. Melalui RPAI, Dompet Dhuafa menyerahkan 6 genset secara bertahap.

“Dua hari lalu kita bawa 4 dan hari ini, Senin (29/10/2018) kita bawa 2 lagi,” ungkap Direktur Disaster Management Center (DMC), Awaluddin kepada KBK, ketika menyerahkan genset tersebut di Kulawi.

Dari enam yang dibawa, sudah diserahkan ke Gereja GPID Siun (Bolapapu), Gereja PK Pangana (Bolapapu), Masjid Boya (Bolapapu), Masjid Al Ijtihaj (Desa Matue) dan Mushalla Almunawarah (Bolapapu).

“Satu lagi masih disimpan di Posko RPAI akan diserahkan besok untuk gereja sesuai arahan Pak Camat,” jelas Rizky, Koordinator RPAI di Bolapapu.

Untuk keseluruhan, kata Rizky, diperlukan 30 genset dengan kebutuhan 7 gereja dan 26 masjid.

Apakah Dompet Dhuafa akan membantu untuk 30 genset itu?

“Kita lihat nanti, apakah stok genset yang diberikan donatur mencukupi dan dapat dibagi secara merata di wilayah terdampak di Sulawesi Tengah,” ungkap Utep, Koordiator Logistik Posko Induk Dompet Dhuafa untuk respon Gempa Sulteng ketika dikonfirmasi.

Pentingnya genset untuk wilayah Kulawi ini, karena gempa telah membuat akses listrik ke Kulawi terputus dan butuh waktu untuk memperbaikinya, beberapa tiang listrik hanyut terbawa oleh longsor dan banjir bandang.

Saat ini saja, jika hujan deras datang, dapat dipastikan longsor akan terjadi dan menutupi badan jalan, sehingga butuh waktu lagi untuk membuka akses jalan ke Kulawi.

Selain genset, Dompet Dhuafa juga menyerahkan 195 hygien Kit dan beberapa karung beras.

“Kebutuhan mendesak adalah sembako dan penerangan, ” pungkas Awaluddin.

Awal juga menjelaskan, Genset yang diserahkan kepada Gereja bukan berasal dari dana zakat, melainkan dana kemanusiaan yang dihimpun Dompet Dhuafa. “Dalam situasi bencana Dompet Dhuafa tidak membedakan suku dan agama, semuanya dibantu demi kemanusiaan,” jelasnya.

Advertisement