Bantuan Alat Bantu Dengar Bangkitkan Harapan Maulana untuk Bisa Sekolah

JAKARTA, KBKNEWS.id – Demam tinggi yang dialami Maulana (20) saat masih kecil membuatnya kehilangan kemampuan mendengar.

Kondisi tersebut juga membuatnya kesulitan berbicara sehingga sehari-hari ia berkomunikasi dengan ibunya, Muniroh, menggunakan bahasa isyarat.

Muniroh menceritakan bahwa saat kecil Maulana hanya mengalami demam tanpa keluhan lain. Namun seiring bertambahnya usia, ia belum juga bisa berbicara sehingga keluarga membawanya ke rumah sakit.

“Dokter waktu itu hanya bilang mungkin terlambat bicara dan nanti juga bisa,” ujar Muniroh saat ditemui di rumahnya di Desa Sasakpanjang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.

Keluarga baru menyadari ada masalah pada pendengaran Maulana ketika ia tidak merespons saat dipanggil dari kejauhan. Setelah kembali menjalani pemeriksaan, dokter menyarankan penggunaan alat bantu dengar. Namun harga alat tersebut yang mencapai sekitar Rp4,5 juta untuk satu telinga membuat keluarga kesulitan membelinya.

Harapan datang ketika Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa bersama PT Audy Mandiri Indonesia (Audy Dental) memberikan bantuan alat bantu dengar kepada Maulana.

Bantuan itu diperoleh setelah Muniroh mendapat informasi dari rekannya mengenai program tersebut.

Sejak menggunakan alat bantu dengar, Maulana mulai menunjukkan perubahan. Ia lebih mudah berinteraksi dengan orang di sekitarnya dan aktif membantu kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya, seperti kerja bakti dan kegiatan keagamaan.

Ketua RT setempat, Sariya Inoy, mengatakan Maulana kini lebih responsif ketika dipanggil dibanding sebelumnya.

Muniroh berharap bantuan tersebut menjadi langkah awal bagi anaknya untuk mengenyam pendidikan. Selama ini Maulana belum pernah bersekolah, namun keluarga berencana mendaftarkannya ke program sekolah paket agar ia tetap bisa belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here