KUDUS – Bayi Shofa Muhammad Kholil, putra pertama pasangan Noor Efendi dan Mianah warga Kelurahan Purwosari RT 02 RW 08 Kecamatan, Kota Kudus, Jawa Tengah hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.
Ia mengalami gizi buruk akibat penyakit hydrocepalus yang dideritanya sejak lahir. Mianah, sang ibu awalnya tidak menyangka jika benjolan di kepala bayinya merupakan penyakit yang serius dan menganggapnya hanya benjolan biasa.
Lama kelamaan benjolan tersebut mulai mengempes, namun justru kepala anaknya menjadi lonjong dan sedikit membesar. Dengan keterbatasan biaya bayinya tidak diperiksakan ke dokter atau rumah sakit hanya diobati secara tradisional.
Baru dua minggu lalu akhirnya ia membawa Shofa ke dokter,khawatir akan kondisi ankanya yang tidak berkembang. Di usianya enam bulan, Shofa hanya memiliki berat badan 4,3 kilogram padahal menurut bidan desa di Posyandu bayi yang normal untuk usia 6 bulan antara 6 – 8 kg.
Ia dan suami yang hanya membuka usaha warung kecil-kecilan kebingungan setelah mengetahui anaknya menderita penyakit serta harus dirawat di rumah Sakit. Terlebih setelah dirawat di RSUD dr. Lukmono Hadi Kudus, pihak rumah sakit tidak sanggup dan merujuk ke RSP Karyadi di Semarang. Keluarga berharap ada pihak-pihak yang membantu mereka.
Sementara itu, dilansir Elshinta.com, Lurah Purwosari, Teguh Widodo menyatakan selama ini keluarga Noor Efendi tidak pernah mengeluhkan kondisi anaknya ke kelurahan sehingga pihaknya baru mengetahui setelah ada informasi dari Dinas Sosial.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya langsung merespon dengan meminta ambulans dari Puskesmas untuk mengantarkan ke RS rujukan di Semarang.





