Bayi di Inkubator Turut Jadi Korban Banjir di Limapuluh Kota

Ilustrasi/ Foto: ROL

L IMAPULUH KOTA – Banjir yang terjadi di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat merenggut nyawa seorang bayi berusia 2 hari.

Bayi yang masih berada dalam inkubator ini tewas setelah banjir deras masuk dan merendam Puskemas Pangkalan.

“Baru saja dapat informasi ada bayi yang meninggal akibat banjir. Informasi terakhir sebelumnya ada 5 korban meninggal dunia dan 2 luka berat, akibat banjir dan tanah longsor. Jadi semua korban meninggal ada enam orang,”kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo di Posko Bencana, Senin (6/3/2017) seperti dikutip Sindo.

Berdasarkan data terakhir, seorang bayi dan satu orang dewasa lainnya merupakan korban tewas akibat banjir di kawasan Pasar, Kecamatan Pangkalan. Sedangkan 4 korban lainnya tewas akibat kendaraan yang ditumpanginya dihantam longsor dan jatuh ke jurang sedalam 50 meter di kelok 17, Kenagarian Koto Alam, Pangkalan.

Kapolres menjelaskan, petugas Tim SAR kembali melakukan pencarian satu orang yang dilaporkan hilang oleh keluarganya. Menurut keterangan keluarga, korban bernama Roni M Rizal (22) saat banjir dan longsor sedang melintas di kelok 17 menuju Dumai untuk berdagang.

 

“Tadi malam masih ada warga yang mencari keluarganya dan sekarang masih dalam pencarian. Informasi yang didapat, saat kejadian ada 7 kendaraan yang tertimbun. Semua kendaraan roda empat, rata-rata kendaraan keluarga dan membawa sembako,” kata Bagus.

 

Selain menyebabkan korban tewas dan luka berat, bencana banjir dan longsor juga menyebabkan infrastruktur rusak. Beberapa instalasi milik PLN rusak sehingga mengakibatkan listrik padam.

Advertisement