Bayi ini Terus Memanggil Ayahnya yang Meninggal akibat Kecelakaan Bus Bima Suci

Bus Bima Suci yang terguling di Cipularang/ Tribun

PURWAKARTA – Jihan Jalillah, balita yang baru berusia 13 bulan ini menjadi salah satu penumpang bus Bima Suci yang masuk ke jurang di Cipularang.

Dalam usianya yang masih sangat muda, Jihan harus menjadi yatim karena ayahnya, Jalaludin (24) yang turut menjadi penumpang bus meninggal, sementara ibunya terbaring lemah karena patah tulang di bahunya.

Meski Jihan selamat dan tak terdapat luka sedikitpun di badannya, namun dipantau Republika.co.id, Jihan terus menangis memanggil nama ayahnya, “Ayah..ayah..ayah,”.

Nuryani (42 tahun) nenek Jihan Jalillah pun tak kuasa menahan tangis saat mendapati cucunya itu sedang digendong RSU MH Thamrin. Sejumlah perawat, berusaha menenangkan balita tersebut dengan digendong dan diberi makanan.

“Tapi, Jihan tetap menangis. Bagaimana tidak, ibu kandungnya yaitu anak saya, Reni Yuliani (20 tahun) terbaring tak berdaya,” ujar Nuryani.

Nuryani menambahkan jika Reni belum diberi tahu suaminya meninggal.

Nuryani menyeritakan, tidak ada firasat apapun sebelum kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa menantunya itu.

Tetapi, saat Reni dan Jalaludin pamitan mau menjenguk orang tuanya di Rangkasbitung, Nuryani sempat melarangnya dan meminta nanti saja ke kampungnya bila lebaran. Namun karena tekad keduanya bulat, mereka pun melanjutkan niatnya, dan menjadi korban dari kecelakaan bus bernopol A 7520 CS tersebut.

 

Advertisement