JAKARTA, KBK – Dilatarbelakangi kondisi petani dan peternak saat ini yang sebagian besar masih miskin mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendirikan Lembaga Pusat Pengembangan Pertanian dan Peternakan (LP3) sebagai lembaga yang memberdayakan sekaligus memproteksi peternak dan petani.
Manager Pengembangan Ekonomi BAZNAS Rulli Kurniawan mengatakan lembaga ini akan merangkul sumber daya utama penguatan yakni petani, pemilik lahan, modal dan akses pasar.
“Kedaulatan pangan kita harus berorientasi ke peternak dan petani. Untuk penguatannya kita harua kuatkan empat hal tadi,” kata Rulli dalam acara Dialog Publik bertema Nasib Peternak Indonesia, Kamis (8/9).
Sependapat dengan Rulli, Drh Ajat Sudrajat Dirut Kampung Ternak Indonesia yang juga menjadi salah seorang pembicara pada dialog tersebut mengatakan 96 persen peternak yang ada di Indonesia merupakan peternak rakyat skala kecil yang rentan terjerat kemiskinan.
“Empat persen diantaranya berasal dari perusahaan besar, celakanya meski kecil tapi bisa berpengaruh pada harga dan pasokan. Saya setuju dengan cara BAZNAS karena bisa menguatkan peternak rakyat,” jelas Ajat.
Ajat menambahkan, kunci keberhasilan dari program ini adalah dengan cara meningkatkan kapasitas pengetahuan peternak/petani, mengubah cara pandang peternak, melakukan pendampingan, memperkuat kelembagaan, meningkatkan skala dan daya tawar.





