PALEMBANG – Muhammad Rasya (17) penerima manfaat Program Beasiswa Pendidikan GenZAKAT Dompet Dhuafa sudah satu tahun merasakan manfaat kebaikan dana zakat dari para donatur.
Siswa kelas XII SMAN 16 Palembang itu menceritakan pengalaman dan harapannya kepada Tim Dompet Dhuafa pasca kelas pembinaan karakter di Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatra Selatan, Minggu (18/2/2024).
“Banyak sekali yang saya dapatkan selama ikut GenZAKAT ini. Saya belajar tentang kepemimpinan, akhlak, dan ibadah yang baik, berani belajar berbicara di depan umum, motivasi menulis, diajarkan untuk lebih mengenal lagi kepribadian diri sendiri, serta diberi tugas dan arahan social project yang berfokus pada kegiatan literasi yang tujuannya untuk memberikan ilmu serta meningkatkan minat baca. Seru ada outbound juga,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, Rasya juga mendaftar sekolah melalui jalur afirmasi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dalam perjalanan pendidikannya, ia pernah menunggak membayar SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) selama beberapa bulan, lantaran belum punya cukup biaya untuk membayarnya, karena pendapatan ayahnya sebagai kuli bangunan terbatas.
Rasya bersyukur akhirnya lolos dan dapat Beasiswa GenZAKAT yang benar-benar membantu. “Ada uang untuk bayar sekolah, saya tabung dan jajan. Dan banyak aktivitas lain yang membuka perspektif baru bagi saya. Dan ternyata beasiswa ini bantuan dari donatur zakat yang sangat berguna bagi kami. Saya rasakan itu,” akunya.
Beasiswa GenZAKAT merupakan program penyaluran zakat Dompet Dhuafa di bidang pendidikan dalam bentuk investasi sumber daya unggul serta pembinaan karakter kepemimpinan.
Staf Program Pendidikan Dompet Dhuafa Sumsel, Dahlia Oktamia menjelaskan, GenZAKAT Dompet Dhuafa Sumatra Selatan berkomitmen untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam literasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat akan budaya dan sejarah bangsanya.
“Dalam rangkaian programnya, GenZAKAT juga mengadakan aktivitas seperti kali ini ada kelas pembinaan karakter di Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatra Selatan, kunjungan edukasi nan inspiratif ke museum, serta menjalankan proyek-proyek sosial untuk mengembangkan empati kemanusiaan,” sebut Dahlia.





