Belasan Anak Muda Parepare Antusias Ikuti Kelas Aksara Lontara

PAREPARE – Sebanyak 16 orang mengikuti  kelas Aksara Lontara yang digelar Dompet Dhuafa Parepare, di Jl. Daeng Parani No 1, Parepare.

Para peserta kelas Aksara Lontara ini merupakan anak-anak muda dengan latar belakang berbeda-beda. Namun kebanyakan adalah mahasiswa. Selama 3 (tiga) bulan, mereka akan belajar mengenai segala hal mengenai tulisan asli suku Bugis tersebut. Mulai dari sejarah, hingga hasilnya nanti diharapkan masing-masing peserta mampu membaca dan menulis aksara lontara dengan lancar, untuk kemudian diajarkan kembali ke orang-orang di sekitarnya.

“Gambaran kehidupan masyarakat dalam bingkai suku bugis terekam dalam lontara, namun kemajuan zaman dan modereniasi membuat warisan budaya bugis mulai pudar keberadaannya. Pengetahuan yang tersimpan dalam teks aksara lontara meliputi nilai-nilai pedagogis, ekonomi, sosial politik, filosofi kehidupan dan masih banyak lagi,” terang Andi Oddang, salah satu budayawan di Kota Parepare, menjelaskan kepada peserta, dikutip dari dompetdhuafa.org.

Pada salah satu penggalan pembahasannya tentang aksara lontara, Andi mengatakan bahwa nama Soppeng sudah tertulis pada karya sastra bugis tertua I La Galigo yang berbunyi “Iyannae Sure Puada Adaengngi Tanae Ri Soppeng, Nawalainna Sewo-Gattareng, Noni Mabbanua Tauwwe Ri Soppeng, Naiyya Tau Sewoe Iyanaro Ri Yaseng Tau Soppeng Riaja, Iyya Tau Gattarengnge Iyanaro Riaseng Tau Soppeng Rilau”

Beberapa petuah orang tua terdahulu juga terekam dalam naskah-naskah lontara kuno. “Rekko Mupakalebbi’i Tauwe, Alemutu Mupakalebbi”. Artinya “Jika kamu memuliakan orang lain, sama halnya kamu memuliakan dirimu sendiri”.

 

Advertisement