BOJONEGORO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai ancaman banjir bandang di sejumlah kecamatan wilayah selatan.
“Kewaspadaan ancaman banjir bandang tetap kita lakukan, sebab curah hujan tinggi selama Maret berpotensi menimbulkan banjir bandang,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro MZ. Budi Mulyono, di Bojonegoro, Kamis (8/3/2018), dilansir Antara.
Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, menyebutkan curah hujan tertinggi yang terjadi selama Maret bisa mencapai 401 milimeter.
Budi mencontohkan hujan yang terjadi sehari lalu intensitasnya tidak tinggi, tetapi durasinya lama sehingga menimbulkan banjir bandang di sejumlah desa di Kecamatan Sekar dan Gondang.
Banjir bandang di Desa Miyono dan Sekar, Kecamatan Sekar, merendam sedikitnya 20 rumah warga dengan ketinggian berkisar 0,30-0,50 meter.
Selain itu, banjir bandang di desa setempat juga mengakibatkan tanah longsor, juga pondasi jembatan penghubung di Desa Klino, ambrol. “Jembatan sekarang tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat,” kata Camat Sekar, Imam, menambahkan.
Berdasarkan pemetaan BPBD menyebutkan banjir bandang berpeluang terjadi di 14 desa di Kecamatan Temayang, Kepohbaru, Gondang, Kasiman, Sumberrejo, Malo dan Sekar.





