Belum Tersentuh Bantuan, Dompet Dhuafa Jangkau Penyintas Gempa di Perbukitan NTT

JAKARTA, KBKNEWS.id — Enam hari setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, sejumlah penyintas di wilayah pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menghadapi keterbatasan akses bantuan.

Salah satunya warga di Dusun Bawang Merah, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Lokasi permukiman yang berada di kawasan perbukitan membuat akses menuju wilayah tersebut tidak mudah. Jalan yang menanjak dan kondisi wilayah yang terpencil menjadi salah satu kendala dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

Pada Kamis (20/8/2026), Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako kepada warga di Dusun Bawang Merah.

Penyaluran bantuan dipusatkan di satu titik agar dapat menjangkau warga dari sejumlah wilayah di sekitarnya, termasuk Jongkoe dan Batu Hedok.

Tim Respons DMC Dompet Dhuafa, Barqu Sudjai, mengatakan kedua wilayah tersebut menjadi perhatian karena hingga bantuan disalurkan, masyarakat setempat belum banyak tersentuh bantuan kemanusiaan pascagempa.

“Ini daerah yang belum tersentuh bantuan, mengingat lokasinya berada di perbukitan dengan jalan menanjak dan terpencil. Makanya, kami distribusikan logistik ke sini,” ujar Barqu.

Menurutnya, Dusun Bawang Merah sebelumnya juga menjadi salah satu lokasi evakuasi warga yang dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar menggunakan helikopter.

Sekitar 100 warga tercatat sebagai penerima manfaat bantuan tersebut. Paket logistik diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Selain bantuan pangan, kondisi kesehatan para penyintas juga menjadi perhatian. Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) turut mendatangi lokasi pengungsian untuk memberikan layanan kesehatan.

Hingga hari keenam setelah gempa utama, gempa susulan masih terjadi di wilayah tersebut. Guncangan kembali memicu trauma di kalangan pengungsi.

Sejumlah warga dilaporkan mengalami syok dan histeris ketika merasakan gempa susulan. Tim kesehatan kemudian melakukan pemantauan kondisi warga sekaligus memberikan penanganan medis dan pendampingan di lokasi pengungsian.

Respons kemanusiaan di wilayah terdampak gempa NTT masih terus dilakukan. Tim di lapangan memantau kondisi para penyintas dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di sejumlah titik yang masih sulit dijangkau bantuan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here