JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa terus memperluas akses bantuan bagi penyintas gempa Flores di Nusa Tenggara Timur.
Ketika sejumlah jalur darat masih mengalami kendala, distribusi bantuan dilakukan melalui jalur laut untuk menjangkau warga yang membutuhkan.
Sebanyak 3 ton bantuan logistik dikirim dari Labuan Bajo menuju Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan tersebut terdiri atas sembako, beras, kebutuhan dasar perempuan, serta perlengkapan bayi.
Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh sekitar lima jam berubah menjadi hampir 20 jam. Kapal yang membawa bantuan harus beberapa kali berhenti di Teluk Nalaya dan sekitar Pulau Seraya Kecil karena kondisi angin dan gelombang yang belum bersahabat.
Relawan perempuan DMC Dompet Dhuafa, termasuk Chiki Fawzi, turut dalam perjalanan tersebut bersama masyarakat setempat. Setibanya di Ronting, bantuan langsung diturunkan secara gotong royong dan diterima oleh para penyintas.
Kehadiran tim di lokasi juga berlangsung di tengah ancaman gempa susulan. Pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 06.47 WITA, gempa berkekuatan 5,7 mengguncang wilayah Desa Satar Kampas. Warga dan relawan kembali berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 telah menyebabkan puluhan korban meninggal, ratusan orang terluka, serta puluhan ribu warga terdampak dan mengungsi.
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengerahkan bantuan berupa tim SAR, layanan kesehatan, dapur umum, pos hangat, dukungan psikososial, dan distribusi logistik. Hingga 20 Agustus, layanan tersebut telah menjangkau 5.376 jiwa penyintas.
Di tengah akses yang belum sepenuhnya pulih dan gempa susulan yang masih terjadi, jalur laut menjadi salah satu cara untuk memastikan bantuan kemanusiaan tetap sampai kepada masyarakat terdampak.





