Bentuk Tim Baru, PBB Siap Bawa Kejahatan Perang di Suriah ke Meja Hijau

Ilustrasi Foto: CNN

JENEWA – Kejahatan perang yang dilakukan Rezim Bashar As’sad dipandang serius oleh PBB.

Saat ini sebuah badan baru dalam proses dibentuk oleh PBB di Jenewa untuk mempersiapkan penuntutan terhadap kejahatan perang yang dilakukan di Suriah. Demikian pernyataan pejabat dan diplomat PBB.

Majelis Umum akan melakukan pemungutan suara untuk menetapkan mekanisme pada bulan Desember mendatang dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan mengajukan nama untuk hakim atau penuntutnya pada awal bulan ini.

“Kami ingin memulai sesuatu yang sangat, sangat lama dengan hanya segelintir orang,” kata seorang pejabat hak asasi manusia PBB seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/2/2017).

Ia menyatakan bahwa tim akan menganalisis informasi, mengatur dan mempersiapkan dokumen pelanggaran kejahatan internasional terburuk terutama kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida. “Tim juga akan mengindentifikasi mereka yang bertanggung jawab,” imbuhnya.

Meskipun tidak akan mampu mengadili sendiri, idenya adalah untuk mempersiapkan dokuman untuk penuntutan di masa depan yang negara atau Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag bisa menggunakannnya.

Seperti diketahui, Amnesty Internasional mengatakan pemerintah Suriah telah mengeksekusi hingga 13 ribu tahanan. Pemerintah Suriah juga dituding melakukan penyiksaan sistematis di penjara militer. Namun, Suriah membantah laporan tersebut dan menyebutnya tidak mengandung kebenaran.

Advertisement