GUNUNG KIDUL – Dompet Dhuafa Yogyakarta, menggelar “Grebek Kampung” Ramadan 1445 H di Desa Katongan, Nglipar, Gunung Kidul, Rabu (20/3/2024).
Acara dimeriahkan Mr. Jarwo dan Benu Buloe yang ikut berbondong-bondong beserta rombongan Dompet Dhuafa untuk membawa serta “seserahan” berupa hasil tani Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa Yogyakarta, yaitu KyBar Tani Mandiri.
Hasil tani bahan pangan tersebut akan diolah bersama oleh warga Desa Katongan sebagai menu berbuka puasa bersama.
Warga Desa Katongan menyambut meriah kedatangan rombongan “Grebek Kampung” Dompet Dhuafa siang itu. Mereka guyub ikut menyiapkan dan memasak bersama di kawasan Kampung Edukasi Aloe Land, sebuah kawasan budi daya dan rumah industri tanaman lidah buaya (aloe vera) yang merupakan program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa Yogyakarta dan stakeholder.
Grebek Kampung sendiri merupakan upaya Dompet Dhuafa di bulan Ramadan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peran Zakat, Infak, dan Wakaf (Ziswaf) dalam bentuk program pemberdayaan ekonomi seperti budi daya tanaman lidah buaya di tempat itu.
Sementara Benu Buloe sibuk memasak bersama warga sekitar, Mr. Jarwo berkesempatan menelusuri aktivitas rumah industri tanaman lidah buaya yang memiliki merk “Rasane Vera” di Aloe Land. Mulai dari memanen, pengolahan, hingga pengemasannya.
Sementara Mr. Jarwo juga turut menemui warga dari pintu ke pintu untuk membantu menyalurkan Parsel Ramadan berisi paket sembako dan beras Tebar Zakat Fitrah (TZF).
Ibu Jainem, seorang penerima manfaat lansia sekaligus janda, seketika terharu mendapati kedatangan Mr. Jarwo dan Dompet Dhuafa yang menyalurkan Parsel Ramadan untuknya.
“Alhamdulillah, berkah Ramadan dapat sembako banyak, sekarang apa-apa harganya mahal. Terima kasih, biar jadi pahala untuk kalian semua,” aku Jainem.





