Beras Rastra Tak Layak, Dijual Warga untuk Pakan Ternak

Ini rastra yang diterima warga Dusun Kebun Indah Desa Sesela Lobar yang berwarna kekuningan. (suarantb.com/ist)

MATARAM – Beras sejahtera (Rastra) atau sebelumnya disebut raskin dijual warga untuk pakan ternak karena kualitas buruk.

Hal ini diakui Kepala Dusun Kebun Indah Desa Sesela Lobar, H. Abu Bakar. “Banyak yang menawarkan kepada orang lain bukan untuk dikonsumsi oleh manusia tapi untuk makan ayam, makan bebek seperti itu,” ungkapnya baru-baru ini.

Abu menyatakan banyak komplain yang diterimanya terkait rastra ini. Lantaran masyarakat menyebutnya sudah tidak layak dikonsumsi. Tampilannya yang berwarna kuning, membuat masyarakat khawatir akan jatuh sakit jika mengonsumsinya.

Meski demikian, beberapa warga terpaksa tetap mengosumsi beras bantuan pemerintah tersebut. Warga mendaur ulang beras tersebut dengan cara menggilingnya. “Tapi ada beberapa warga yang mengupayakan untuk menggiling ulang. Supaya lebih bersih, lebih putih sedikit untuk dikonsumsi biar ndak kuning-kuning begitu. Mereka membayarnya Rp 1.500 per kilo untuk menggiling ulang,” jelasnya.

Menurut penuturan Abu, bukan sekali ini beras rastra yang diterima pihaknya sudah menguning. Sebelumnya, ia pun pernah mendapatkan pengalaman serupa. Hanya saja, dulu ia mengembalikan beras dengan kualitas buruk tersebut ke Bulog dan meminta ganti.

Seperti dilaporkan Suara NTB, Kepala Bulog Divre NTB, Achmad Ma’mun mengaku menyesalkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan sebelum disalurkan, rastra telah disortir untuk memisahkan beras yang layak dan tidak.

Advertisement