JAKARTA, KBKNEWS.id – Mimpi besar bisa lahir dari langkah sederhana. Hal itu tergambar dalam program Ruang Mimpi: Turn Your Wishes into a Vision yang diinisiasi Dompet Dhuafa di Yayasan Aria Putra Utama, Ciputat, Tangerang Selatan.
Melalui kegiatan ini, anak-anak yatim diajak berani menuangkan cita-cita mereka dalam sebuah vision journaling board sebagai langkah awal mewujudkan masa depan yang diimpikan.
Salah satu peserta, Yusri, tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur KIP Kuliah.
Sejak ayahnya meninggal dunia, ia bertekad mengubah nasib keluarga dan membahagiakan sang ibu. Di atas vision board miliknya, Yusri menuliskan impian menjadi seorang mutawif yang membimbing jemaah haji dan umrah dengan penuh tanggung jawab.
Usahanya membuahkan hasil. Yusri berhasil meraih Juara 2 dalam lomba Vision Journaling Board dan membawa pulang hadiah sebuah sepeda. Baginya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengejar cita-cita.
Semangat yang sama juga ditunjukkan Aby, siswa kelas 3 SMA yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik. Ia bercita-cita menjadi guru bahasa Inggris agar dapat memberikan manfaat bagi banyak orang di Indonesia.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris sangat penting di era saat ini sehingga ia ingin membagikan ilmunya kepada generasi berikutnya.
Program Ruang Mimpi merupakan bagian dari rangkaian BesTeam (Bestian Sama Yatim) yang mempertemukan 25 anak yatim dengan para konten kreator, influencer, blogger, komunitas, hingga pegiat kreatif sebagai kakak pendamping.
Mereka tidak hanya membantu anak-anak menyusun vision board, tetapi juga menjadi teman berbagi cerita dan memberikan motivasi untuk terus percaya pada mimpi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga mengikuti sesi pengembangan diri bersama Uni Llien.
Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa keterbatasan hidup bukanlah penghalang untuk meraih masa depan.
Berbagai permainan dan refleksi dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat mengejar cita-cita.
Pendamping Aby, Ahmad Zackaria Darmawan atau Kak Zack, mengaku justru banyak belajar dari anak yang didampinginya.
Menurutnya, Aby telah memiliki visi hidup yang jelas dan semangat belajar yang tinggi. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang belajar dua arah, di mana orang dewasa juga dapat memperoleh inspirasi dari keteguhan anak-anak yatim.
General Manager Marketing Communication Dompet Dhuafa, Suci Nuzleni Qadarsih, mengatakan program ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan ruang yang membuat anak-anak yatim berani percaya pada mimpi mereka.
“Kami ingin menghadirkan ruang yang membuat adik-adik yatim berani percaya pada mimpinya. Tidak ada cita-cita yang terlalu besar. Semua mimpi layak diperjuangkan ketika ada keyakinan, kesempatan, dan orang-orang yang mau berjalan bersama mereka,” ujar Suci.
Sebagai bentuk apresiasi, Dompet Dhuafa memberikan hadiah kepada para pemenang lomba, yakni tablet untuk juara pertama, sepeda untuk juara kedua, dan smartwatch untuk juara ketiga.
Seluruh peserta juga menerima Paket BesTeam dan perlengkapan sekolah hasil kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Gramedia.
Melalui Ruang Mimpi, Dompet Dhuafa berharap semakin banyak anak yatim yang berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan memiliki kesempatan mewujudkan masa depan yang lebih baik dengan dukungan dari berbagai pihak.





