Berkabung dengan Penembakan Orlando, Amerika Kibarkan Bendera Setengah Tiang

ORLANDO (KBK) – Untuk mengenang 49 orang yang tewas karena penembakan sebuah club gay di Orlando, Florida, bendera Amerika Serikat berkibar setengah tiang.

Warga Amerika tenggelam dalam kesedihan setelah penembakan massal terburuk dalam sejarah. Pemerintah mulai berupaya untuk mengakhiri pembantaian demi pembantaian yang terjadi di Amerika dengan melihat motif di balik aksi si pembunuh.

Dengan memegang sebuah senapan AR-15 semi-otomatis dan pistol tangan, Omar Mateen, seorang warga Amerika keturunan Afghanistan, berusia 29 tahun, berjalan ke Pulse klub malam dan mulai menembaki kerumunan orang di sekitar.  Waktu itu menunjukkan pukul 2:00 pagi waktu setempat (0600 GMT) Ahad, (12/6/2016). Dia kemudian mengambil beberapa orang sandera untuk jadi tameng dan bersembunyi dari kejaran petugas.

Lebih dari tiga jam kemudian, Mateen muncul melalui sebuah lubang yang sudah dihantam kendaraan lapis baja milik polisi, sebelumnya pengunjung klub yang selamat sudah berhasil melarikan diri.

Ia kemudian tewas selama baku tembak dengan pasukan SWAT, kata Kepala Polisi Orlando John Mina pada konferensi berita pagi pada hari Senin (13/6/2016).

Penembak tunggal itu, melakukan janji setia kepada Negara Islam (ISIS) dan mencoba untuk bernegosiasi dengan polisi selama serangan, kata Mina.

“Dia dingin dan tenang ketika dia membuat panggilan telepon ke kami,” kata Mina. “Kami memiliki tim negosiator krisis yang tidak berbicara dengan tersangka hanya mencoba untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin … Dia benar-benar tidak meminta banyak. Kamilah yang sebagian besar bertanya.”

Dikutip dari Xinhua, aparat kepolisian juga membantah rumor bahwa ada beberapa penembak, dan menegaskan bahwa “hanya ada satu penembak, Omar Mateen, ia sudah mati.”

Advertisement