JAKARTA – Penelitian yang dilakukan oleh Greg Monforton & Partners Injury Lawyers (2022), mengungkapkan bahwa waktu terbenam Matahari dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengemudi.
Studi tersebut menemukan bahwa pengemudi yang berkendara di malam hari memiliki risiko tiga kali lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan dibandingkan dengan pengemudi pada siang hari.
Pengemudi malam hari sering kali terdiri dari pekerja yang pulang kerja larut malam dan pengendara lintas kota. Mereka harus mengemudi di malam hari karena jadwal kerja yang padat.
Hal ini bisa mengakibatkan kelelahan dan kurangnya kewaspadaan selama berkendara. Selain itu, pengemudi juga harus menghadapi kondisi jalan yang lebih gelap dan faktor alam yang dapat memengaruhi keselamatan di malam hari.
Asst. to Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales, Hariadi, menyarankan untuk selalu berhati-hati dan waspada selama berkendara pada malam hari untuk meningkatkan keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.
“Pastikan untuk selalu berhati-hati dan waspada ketika berkendara dalam keadaan apapun untuk meningkatkan keselamatan pengendara dan pengendara lainnya,” ucap Hariadi, dilansir dari Antara, Rabu (10/5/2023).
Tips pertama, untuk menjaga keselamatan saat mengemudi di malam hari adalah memastikan lampu kendaraan menyala dengan baik dan sesuai dengan peraturan dan spesifikasi kendaraan.
Pengemudi disarankan untuk menyalakan lampu mobil sebelum matahari terbenam dan mematikannya beberapa saat setelah matahari terbit agar mobil tetap terlihat oleh pengendara lain.
Selanjutnya, pengemudi diimbau menggunakan lampu kendaraan secara bijak dan disesuaikan dengan situasi, seperti saat melintasi daerah yang ramai atau ketika ada pengendara lain yang melintas di depan.
Penggunaan lampu jarak jauh sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu pandangan atau menyilaukan pengendara lain.
Tips kedua adalah menghindari melihat langsung ke arah lampu penerangan kendaraan lain yang dapat menyebabkan silau atau pandangan yang berkilau-kilau akibat melihat cahaya yang terlalu terang.
Sebaiknya pengendara melihat bagian sisi kiri jalan dan mengikuti garis putih yang menandai tepi jalanan. Namun, jika pengendara tetap kesulitan melihat karena kesilauan, pengendara disarankan untuk berjalan pelan-pelan untuk menghindari adanya kejadian tak terduga di jalan.
Tips ketiga, gunakan rute yang sering dilalui dan memerhatikan kondisi jalan dengan baik. Hal ini akan membantu pengendara lebih mudah mengingat dan mengantisipasi tikungan, lampu lalu lintas, rambu lalu lintas, dan sebagainya saat mengemudi di malam hari.
Keempat, penting untuk memperhatikan sekitar dan fokus pada kondisi jalan serta pengendara lain. Saat melewati area permukiman, pengendara perlu lebih berhati-hati karena banyak pengguna jalan seperti anak-anak, orang tua, dan pengendara sepeda dan sepeda motor yang harus diperhatikan.
Selain pengguna jalan, pengendara juga harus memperhatikan hewan yang tiba-tiba melintas di depan kendaraan. Oleh karena itu, kurangi kecepatan saat melewati area tersebut dan selalu waspada terhadap lingkungan sekitar.
Selanjutnya, pastikan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain di depan dan mengurangi kecepatan saat diperlukan agar pengendara memiliki lebih banyak waktu untuk bereaksi dan merespons perubahan kondisi lalu lintas atau kondisi berbahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Terakhir, jangan memaksakan kondisi diri saat mengemudi di malam hari. Jika merasa mengantuk, sebaiknya pengendara segera berhenti dan beristirahat.
Dengan memerhatikan tips tersebut, pengemudi dapat menghindari kecelakaan dan membuat perjalanan di malam hari menjadi lebih aman dan nyaman.





