Kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Kita semua pasti akan melanjutkan perjalanan menuju kehidupan berikutnya, yaitu akhirat.
Hati yang baik bukanlah hati yang hanya mengingat ibadah, tetapi hati yang senantiasa menyadari bahwa kehidupan akhirat itu nyata dan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Semoga segala hiburan dunia yang kita temui tidak membuat kita lupa akan kehidupan akhirat yang menanti. Amin, insyaallah.
Bersyukur dan Menjemput Ampunan Allah
Ketika kita menjadi hamba yang bersyukur, Allah menjanjikan tiga hal:
1. Kelapangan hati: Allah akan melapangkan hati kita sehingga setiap masalah yang kita hadapi dapat diselesaikan dengan tenang.
2. Ketenangan jiwa: Allah akan menurunkan ketenangan dalam hati kita, sehingga segala kegaduhan dunia tidak membuat kita tertekan.
3. Keberkahan hidup: Allah akan memberikan keberkahan dalam segala aspek kehidupan kita, sehingga segala yang kita miliki senantiasa mengingatkan kita kepada-Nya.
Ramadan: Madrasah Kehidupan
Ramadan adalah madrasah besar yang Allah syariatkan untuk kita. Saat ini, kita telah memasuki hari ke-20 Ramadan, yang merupakan inti dari perjalanan kita selama setahun. Dalam setahun, ada tiga momen utama yang menjadi “prime time” untuk beribadah:
1. 10 hari pertama bulan Zulhijah.
2. 10 hari pertama bulan Muharram.
3. 30 hari di bulan Ramadan.
Di antara 30 hari Ramadan, puncaknya adalah 10 hari terakhir. Allah tidak meminta kita untuk bersemangat selama 365 hari, tetapi Allah mengistimewakan 30 hari Ramadan, terutama 10 hari terakhirnya. Inilah momen terbaik untuk memberikan yang terbaik kepada Allah.
10 Hari Terakhir: Momen Terbaik untuk Berjuang
Di 10 hari terakhir Ramadan, Allah meminta kita untuk meninggalkan kenyamanan sementara. Tinggalkan tidur nyenyak, tinggalkan kemalasan, dan fokuslah pada ibadah. Jika kita tidak mampu beribadah selama 24 jam, setidaknya manfaatkan waktu dari maghrib hingga subuh untuk qiyamul lail, tilawah, dan dzikir.
Ramadan: Bulan Ampunan dan Pembebasan dari Neraka
Ramadan adalah bulan di mana Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari ancaman api neraka. Sebagaimana negara kita memberikan grasi dan remisi kepada narapidana di bulan Agustus, Allah juga memberikan grasi dan ampunan besar-besaran di bulan Ramadan. Jika ada orang yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadan, maka di bulan apa lagi dia akan diampuni?
Bersungguh-sungguh dalam Ibadah
Di 10 hari terakhir Ramadan, kita harus:
1. Meninggalkan kenyamanan: Tinggalkan tidur panjang, tinggalkan kemalasan, dan fokuslah pada ibadah.
2. Meninggalkan maksiat: Jauhi segala dosa dan maksiat yang bisa menghalangi ampunan Allah.
3. Memperbanyak doa dan dzikir: Perbanyaklah memohon ampunan dengan doa-doa seperti “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai permintaan maaf, maka ampunilah aku).
Empat Hal yang Harus Dihindari
Agar ampunan Allah tidak terhalang, hindari empat hal berikut:
1. Dendam: Memaafkan orang lain adalah kunci untuk mendapatkan ampunan Allah.
2. Pertengkaran: Jangan biarkan pertikaian menghalangi ampunan Allah. Berdamailah sebelum Ramadan berakhir.
3. Sombong: Jangan merasa bangga dengan amal ibadah kita. Tetaplah rendah hati dan bersyukur.
4. Putus asa: Jangan pernah kehilangan harapan untuk mendapatkan ampunan Allah. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun.





