Bertambah Lagi, 180 Warga Yaman Tewas Akibat Kolera

Respon WHO terhadap kematian akibat kolera di Yaman/ WHO

YAMAN – Korban tewas akibat wabah kolera di negara miskin Yaman kian bertambah, dan dalam kurun waktu kurang dari sebulan, yakni sejak 27 April 2017, dilaporkan sudah ada 180 korban tewas.

Angka tersebut diungkapkan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Senin (15/5/2017, sehari setelah pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat di ibukota Sanaa dan meminta bantuan internasional.

Dominik Stillhart dari ICRC mengatakan kepada wartawan di kota pelabuhan Aden bahwa setidaknya 180 orang telah meninggal karena penyakit diare akut sejak 27 April, dan 11.000 kasus kolera.

“Apa yang terjadi hari ini melebihi kemampuan sistem kesehatan yang sehat, jadi bagaimana kita bisa (mengatasi) saat kita menghadapi kondisi yang sulit dan rumit ini,” kata kantor berita Saba mengutip menteri kesehatan Huthi Hafeedh, dilansir Reuters, Selasa (16/5/2017).

Kementerian tersebut, setelah bertemu di Sanaa bersama Koordinator Kemanusiaan PBB Jamie McGoldrick dan pejabat internasional lainnya, meminta organisasi kemanusiaan dan donor bantuan untuk membantunya mencegah sebuah bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Saba mengatakan 8.595 kasus tersangka kolera tercatat di Sanaa dan provinsi Yaman lainnya antara 27 April dan 13 Mei, sementara kasus yang dikonfirmasikan di laboratorium adalah 213. Penyakit ini dapat berakibat fatal dalam hitungan jam jika tidak diobati.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menetapkan jumlah korban tewas di 51. Ia juga mengatakan bahwa 7,6 juta orang di Yaman tinggal di wilayah yang berisiko tinggi tertular kolera.


Advertisement