YAMAN –Â Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang mempertimbangkan sebuah proposal untuk merencanakan sebuah gencatan senjata di Yaman sebelum bulan suci Ramadhan.
Utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (15/5/2017), gencatan senjata dapat membuka jalan untuk melanjutkan perundingan damai antara pihak-pihak yang bertikai.
Ismalil membuat pernyataan ini menjelang Forum Doha ke-17. Sementara itu, menteri luar negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah mengatakan kepada rekannya dari Yaman Abdulmalik al-Mekhlafi saat sebuah telepon pada hari Minggu bahwa negaranya berdiri di samping Yaman dan legitimasi yang dipimpin oleh Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi.
Mekhlafi memuji sikap Oman untuk mendukung Yaman dan menegaskan kembali minat pemerintah untuk meningkatkan kerja sama bilateral.
Mekhlafi juga menegaskan bahwa sangat penting untuk menghadapi gangguan Iran dalam urusan dalam negeri Bahrain dan Yaman.
Yaman telah dikuasai konflik sejak gerakan bersenjata Houthi, yang sejalan dengan Iran dan melawan koalisi Barat yang dipimpin Arab Saudi. Lebih dari 10.000 orang terbunuh dan jutaan orang mengungsi dalam dua tahun perang, yang juga menghancurkan sebagian besar infrastruktur negara tersebut.
PBB mengatakan, sekitar 17 juta dari 26 juta orang di Yaman kekurangan makanan, dan tiga juta anak-anak Yaman kekurangan gizi akibat konflik.





