Berubah Pikiran, Trump Setuju Pasukan AS Bertahan di Suriah

Ilustrasi Pasukan AS di Suriah/ VOA

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada  Selasa (6/3/2019) bahwa dia setuju dengan keputusan untuk mempertahankan kehadiran militer di Suriah.

Pernyataannya datang dua bulan setelah dia tiba-tiba mengumumkan Washington akan menarik semua pasukan dari wilayah tersebut.

NBC News memperoleh salinan surat yang dikirim oleh sekelompok anggota parlemen ke Trump, yang mencakup tanggapan tertulis dari presiden.

Surat tertanggal 22 Februari itu memuji keputusan presiden untuk mempertahankan “pasukan kecil Amerika” bersama dengan “pasukan darat dari sekutu Eropa kami” di daerah itu, untuk mencegah kebangkitan kelompok teror ISIS.

“Seperti Anda, kami berusaha memastikan bahwa semua keuntungan yang dibuat di Suriah tidak hilang, bahwa ISIS tidak pernah kembali, bahwa Iran tidak berani, dan bahwa kami mengkonsolidasikan keuntungan kami dan memastikan hasil terbaik di Jenewa untuk kepentingan Amerika,” tulis surat itu, dikutip Anadolu, Selasa (5/3/2019).

“Saya setuju 100%. SEMUA sedang dilakukan,” tulis Trump pada surat tersebut, disertai tandatangan.

Pada bulan Desember, Trump mengumumkan rencana untuk menarik 2.000 tentara Amerika dari negara yang lelah berperang, dengan mengatakan koalisi pimpinan-AS telah berhasil mengalahkan ISIS secara militer.

Kemudian, bulan lalu administrasi Trump mundur, mengatakan sekitar 200-400 tentara akan tetap di Suriah sebagai bagian dari upaya pemeliharaan perdamaian.

Personel militer AS sejak itu mengatakan bahwa beberapa ratus tentara akan tetap di kawasan itu, dengan pasukan yang tinggal di timur laut Suriah untuk menciptakan “zona aman” serta pasukan berada di garnisun al-Tanf di Suriah selatan.

Pekan lalu, ketika berbicara dengan pasukan AS di Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf di Alaska, Trump mengatakan bahwa 100 persen wilayah Daesh telah diambil alih.

Advertisement