JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa bersama ROIS OJK (Kerohanian Islam Otoritas Jasa Keuangan) menyalurkan bantuan Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas.
Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses sahabat netra untuk belajar dan mendalami Al-Qur’an.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung dalam kajian rutin SELINGAN (Senin Healing Kajian) di Masjid At-Ta’awun, Gedung ROIS OJK, Senin (27/7/2026). Selain Al-Qur’an, Dompet Dhuafa turut memberikan santunan apresiasi dan paket sembako bagi penerima manfaat serta guru.
Salah satu penerima manfaat, Inayatul Kamilah (47), merupakan penyandang tunanetra asal Garut yang kini menetap di Cipinang, Jakarta Timur. Sejak kecil, Inayatul telah mempelajari Al-Qur’an melalui metode hafalan atau sima’i.
Setelah merantau ke Jakarta pada 2008, Inayatul mulai mengenal Al-Qur’an Braille. Sejak 2019, ia terdorong mempelajari huruf Braille untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada sesama penyandang tunanetra. Berbekal hafalan Al-Qur’an yang telah dimiliki, Inayatul bahkan mampu menguasai sistem bacaan Braille hanya dalam satu hari.
Menurut Inayatul, mahalnya harga Al-Qur’an Braille masih menjadi tantangan bagi sahabat netra. Satu set Al-Qur’an Braille umumnya terdiri dari 30 jilid dan dapat dibanderol sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta.
Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa berharap bantuan Al-Qur’an Braille dan Isyarat dapat memperluas kesempatan sahabat netra untuk membaca, menghafal, mengajarkan, serta menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dompet Dhuafa juga mengajak masyarakat turut mendukung Sedekah Qur’an Braille agar akses terhadap Al-Qur’an semakin inklusif dan menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas.





