Rezim Assad Pasang Ranjau Darat di Madaya

Kota di Latakia/Ap

MADAYA-Kendati awal pekan lalu bantuan kemanusiaan mulai masuk ke Madaya, Suriah yang terkepung berbulan-bulan oleh rezim Assad, namun kisah memilukan terus terdengar dari wilayah tersebut.

Seorang dokter gigi yang berhasil melarikan diri dari kota Madaya satu bulan yang lalu, menjelaskan kepada Anadolu Agency Selasa (12/1) ,situasi kota itu selama dikepung oleh rezim Suriah pimpinan Assad dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon.

Dr Mohammed Khair, yang juga pengurus dewan kota lokal di Madaya, menceritakan bagaimana pasukan rezim dan Syiah mengepung kota dengan pagar kawat dan menanam ranjau darat di sejumlah lokasi untuk mencegah warga setempat datang atau pergi ke wilayah itu.

Pengepungan Madaya dan desa Baqin sekira 6 bulan itu menurut Khair memaksa banyak penduduk harus bertahan hidup dengan mengkonsumsi anggur yang direbus. Dan warga lainnya ada yang bertahan hidup dengan hanya meminum air asin ataupun dedaunan yang direbus karena minimnya persediaan makanan.

Banyak bayi di kota Madaya harus kekurangan susu, sehingga tubuh mereka mengalami malnutrisi.

Menurut Khair, warga lanjut usia di Madaya – banyak dari mereka menderita penyakit kronis – menjadi warga yang paling menderita akibat pengepungan bersama dengan bayi dan anak-anak.

Advertisement