Bibit Siklon Tropis 93S Berpeluang Jadi Siklon, BMKG Ingatkan Dampaknya!

Wilayah DKI Jakarta terancam dampak tidak langsung tiga siklon tropis (siklon tropi Bakung, 93S, dan Bibit 95S. (ilustrasi: BMKG)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memantau Bibit Siklon Tropis 93S yang berada di Samudra Hindia dan berpeluang berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan bibit siklon tersebut memiliki potensi besar untuk menguat dalam 24 hingga 72 jam mendatang. Pada Senin (22/12/2025) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi sistem berada di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat, tepatnya di koordinat 12,3 derajat lintang selatan dan 102,6 derajat bujur timur.

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 998 hPa. Angin kencang kategori gale force juga terpantau di sekitar pusat sirkulasi, terutama di sektor timur laut dan tenggara.

Menurut Andri, dalam 12 jam terakhir aktivitas awan hujan di sekitar pusat sistem sempat berfluktuasi. Meski demikian, pola angin dari lapisan bawah hingga ketinggian 500 hPa menunjukkan sirkulasi tertutup yang tersusun rapi, menandakan sistem mulai terorganisasi dengan baik.

Di lapisan atas atmosfer, angin yang relatif lemah justru mendukung terbentuknya aliran keluar udara (outflow) yang kuat. Kondisi ini, ditambah suhu permukaan laut yang hangat di kisaran 28–30 derajat Celsius, kelembapan udara tinggi, serta pengaruh gelombang Kelvin dan Madden–Julian Oscillation (MJO), memperbesar peluang penguatan sistem.

BMKG memperkirakan dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon Tropis 93S dapat menguat dengan kecepatan angin maksimum hingga sekitar 50 knot atau setara 92 kilometer per jam. Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here