JAKARTA, KBKNEWS.id – Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang yang menewaskan 16 orang.
Polisi memastikan bus yang terguling dan menewaskan 16 penumpang tersebut dikemudikan oleh sopir cadangan, bukan sopir utama.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo menyatakan, identitas pengemudi diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara. Keterangan sopir cadangan kini menjadi salah satu fokus utama penyidik.
Dalam pemeriksaannya, sopir cadangan itu menjelaskan bahwa dirinya baru mengambil alih kemudi sesuai jadwal pergantian sopir pada perjalanan bus rute Bogor–Yogyakarta. Ia menyebut kondisi lalu lintas saat itu normal hingga bus memasuki jalur keluar Tol Krapyak.
Menurut pengakuannya, bus kehilangan kendali saat melintasi jalur menikung. Ia mengaku telah berupaya mengendalikan kemudi, namun kendaraan akhirnya terguling. Peristiwa tersebut terjadi dalam waktu singkat dan tanpa tanda-tanda gangguan sebelumnya.
Polisi masih mendalami apakah terdapat faktor kelelahan, kecepatan kendaraan, atau kondisi teknis bus yang berperan dalam kecelakaan tersebut. Sopir cadangan juga telah menjalani tes urine untuk memastikan tidak berada di bawah pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi mencocokkan keterangan sopir dengan hasil olah TKP, rekaman di sekitar lokasi, serta keterangan saksi. Sopir cadangan menyatakan siap kooperatif dan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.





