JAKARTA (KBK) – Kekayaan terbesar adalah kenyamanan dan berkah. Percuma bila punya banyak harta namun hidup penuh kegelisahan dan tidak berkah. Hal itu diungkapkan oleh Ahmad Jupri peternak muda yang kini sukses membiakan ratusan ekor sapi dimana 60 persen diantaranya berjenis Limousin dalam KuliaH Umum dihadapan 98 wisudawan Kampus Bisnis Umar Usman di Jakarta (17/9).
Jupri mengatakan kecintaanya terhadap dunia pertanian dan peternakan bermula sejak dirinya membiakan lele dan ayam saat SMP dan SMA untuk biaya sekolah. Setelah lulus kuliah ternyata Jupri masih tertarik dengan dunia peternakan kendati dirinha jebolah ilmu akuntansi.
“Saya melihat prospek perternakan di Indonesia itu bagus, pasarnya besar. Yang penting kita punya kemauan dan potensi, karena semua orang memiliki potensi untuk mengembangkannya dan menjadi pengusaha,” kata Jupri.
Jupri yakin bila setiap tahun Indonesia bisa mencetak pengusaha maka negara dapat maju karena pengusaha dapat menciptakan lapangan kerja. Bagi Jupri menjadi pengusaha bukan bagaimana menghasilkan uang. Tetapi bagaimana uang yang dimiliki dapat berguna untuk orang lain.
Dalam Kuliah Umum tersbut Jupri mengajak para wisudawan untuk berbisnis yang baik secara islam. Dengan sistem syariah pebisnis tidak akan melihat kompetitor tetapi saudara. Dengan begitu pebisnis bisa saling membantu untuk menuju kesuksesan.
“Riski itu dari Allah dan hak bagi manusia. Riski sudah diatur dengan catatan berbisnis dengan konsep berkeadilan,” terangnya.
Jupri menekankan bahwa teori kapitalis yang sering didengungkan hanya akan membawa seseorang dengan keadaan bingung dan ketamakan serta membuat orang lain terpuruk karena yang dikejar hanya keuntungan semata. Tetapi dengan cara syariah, Insya Allah bisnis yang dilakoni bakal memberikan perkembangan dan kehidupan untuk orang lain.
“Seperti peternakan yang saya jalani. Dengan sistem kemitraan saya bisa membantu orang lain dan tersejahterakan,” ungkapnya.
Tambah Jupri menjalani bisnis harus berlandaskan keimana. Bisnis dengan hati tidak dengan akal. Banyak hal masuk akal tetapi tidak diterima hati. Hal ini yang dikatakan Jupri mesti diubah.
“Yakinlah uang seribu yang kita keluarkan maka Allah akan ganti dengan berkali kali lipat. Ini hal yang dilihat dari hati,” paparnya





