Blokade Rezim Assad di Ghouta Timur Suriah Tewaskan Ratusan Bayi

Ilustrasi/ Anadolu

SURIAH – Menurut data rumah sakit, pengepungan rezim Assad di wilayah Ghouta Timur ibukota Suriah, Damaskus, telah membunuh 227 bayi tahun ini.

Jumlah korban baru mencapai 527 jumlah bayi yang meninggal karena kekurangan gizi yang disebabkan oleh blokade rezim di wilayah tersebut sejak tahun 2014.

Sebuah kubu oposisi utama di pinggiran kota Damaskus, Ghouta Timur dikepung oleh pasukan rezim sejak Desember 2012.

Serangan dan blokade tersebut telah meninggalkan lahan seluas 400.000 penduduk yang berjuang dengan kekurangan gizi dan semua fasilitas kesehatan tidak beroperasi.

Menurut data dari rumah sakit setempat, yang dikutip Anadolu,  hanya 15 bayi yang menghembuskan napas terakhir mereka di Ghouta Timur pada tahun 2014. Namun, jumlah korban tewas meningkat menjadi 112 pada tahun 2015 dan 173 tahun kemudian.

Bulan lalu, Sehar Difda, bayi berumur satu bulan, adalah orang terakhir yang meninggal karena kekurangan gizi di Ghouta Timur.

Menurut aktivis, ribuan bayi Suriah di Ghouta Timur berisiko meninggal karena rezim Suriah memperketat blokadenya dalam beberapa bulan terakhir, mencegah penduduk membawa kebutuhan sehari-hari mereka melalui terowongan atau pedagang perantara.

Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi,  didirikan di Suriah oleh Turki, Rusia dan Iran,  di mana tindakan agresi dilarang secara eksplisit.

Suriah telah dikurung dalam perang sipil yang kejam sejak awal tahun 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang terbunuh dan lebih dari 10 juta orang mengungsi.

Advertisement