BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di NTT

Ilustrasi. (Foto: Ist)

KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa pola siklonik lemah di Laut Banda menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Terdapat pola siklonik lemah di sekitar Laut Banda yang turut berpengaruh bagi wilayah di NTT,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, di Kupang, Rabu (8/1/2025).

Sti menjelaskan bahwa pola siklonik ini menciptakan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi), yang memicu pembentukan awan dan peningkatan intensitas hujan di beberapa wilayah.

Ia menambahkan, selain konvergensi dan konfluensi, suhu muka laut yang hangat juga meningkatkan kandungan uap air di atmosfer, sehingga mendukung terbentuknya awan hujan.

Suhu muka laut di wilayah NTT saat ini berada di kisaran 28 hingga 32 derajat Celsius, dengan anomali suhu berkisar antara minus 0,5 hingga plus 1,5 derajat Celsius.

Sementara itu, suhu udara di NTT berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 65–98 persen.

“BMKG telah mengeluarkan prospek cuaca sepekan di wilayah kepulauan NTT yang berlaku pada 7 hingga 13 Januari 2025,” ujar Sti.

Berdasarkan prediksi, cuaca di wilayah NTT umumnya cerah berawan hingga hujan ringan, namun beberapa daerah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Sti mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena kondisi cuaca tersebut berpeluang disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here