Peringatan Pos Pemantau: Waspada Lahar dan Guguran Lava Gunung Ile Lewotolok

Ilustrasi banjir lahar dingin. (Foto: ANTARA/Al Fatah)

LEMBATA – Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengingatkan masyarakat yang tinggal di lembah atau aliran sungai berhulu di puncak gunung tersebut untuk waspada terhadap ancaman bahaya lahar, terutama di musim hujan.

“Ancaman bahaya lahar bisa saja terjadi terutama di saat musim hujan, karena itu masyarakat kami imbau untuk waspada,” kata Petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Jefri Pugel, seperti diberitakan Antara, Rabu (8/1/2025).

Jefri menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini penting mengingat curah hujan di wilayah puncak gunung saat ini sangat tinggi.

Selain itu, masyarakat sekitar Gunung Ile Lewotolok, termasuk pendaki, wisatawan, serta warga Desa Amakaka, diingatkan agar tidak memasuki wilayah sektoral barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Peringatan serupa juga diberikan kepada warga Desa Jontona dan Desa Todonara agar menghindari area sektoral selatan dan tenggara dalam radius yang sama.

Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi guguran lava, longsoran, dan awan panas yang dapat terjadi di bagian selatan dan tenggara puncak Gunung Ile Lewotolok.

Hingga 31 Desember 2024, berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok masih cukup tinggi. Gunung ini tetap berada pada status Level II (Waspada) karena potensi bahayanya.

Gunung Ile Lewotolok, yang pernah mengalami erupsi besar pada 2020 dengan kolom abu setinggi 4.000 meter, masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga saat ini.

Pada akhir Desember 2024, pos pemantau melaporkan erupsi setinggi 400 meter, dengan peningkatan aktivitas dibandingkan periode pengamatan 1–15 Desember 2024.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here