BMKG Klaim Modifikasi Cuaca di IKN Pertama di Dunia

Sistem modifikasi cuaca d IKN/ foto: BMKG

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 24 jam untuk mengendalikan potensi awan penghujan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan modifikasi cuaca yang dipakai tersebut sebagai pertama kali yang dilakukan di dunia.

“OMC selama 24 jam nonstop adalah pengalaman pertama di Indonesia bahkan dunia,” katanya, Jumat (9/8).

Ia menjelaskan diperlukan tingkat konsentrasi tinggi seluruh personel gabungan yang terdiri atas petugas meteorologi dan modifikasi cuaca BMKG, awak penerbangan pesawat, dan otoritas bandara, agar operasi berjalan lancar.

Juga untuk mendukung percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang yang di antaranya Istana Kepresidenan, Bandar Udara VVIP IKN, dan jalan tol menuju kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN.

Tim meteorologi BMKG mencatat data normal curah hujan selama 30 tahun (1991-2020) diketahui bahwa pola hujan di IKN memiliki karakteristik hujan dengan intensitas di atas 150 mm per bulan yang terjadi sepanjang tahun. Bahkan, hujan di IKN bisa terjadi pada pagi, sore, malam, dan dini hari.

Berdasarkan catatan tersebut, BMKG menilai perlunya peningkatan OMC yang sebelumnya dilakukan pada pagi dan siang hari, saat ini harus dilakukan hingga 24 jam.

Seto menjelaskan pada periode 4-18 Juli, rasio keberhasilan OMC mencapai 70 persen, 29 jam hujan dari total 186 jam operasional. Namun, pada periode selanjutnya, yaitu 19 Juli- 2 Agustus rasio keberhasilan mencapai 97 persen (hanya enam jam hujan dari total 354 jam operasional).

Operasi modifikasi cuaca BMKG terpusat di Bandara APT Pranoto Samarinda yang menerbangkan dua pesawat Cessna Caravan 208B dengan kode PK-SNG dan PK SNK milik Smart Cakrawala Aviation untuk mencegat awan hujan masuk kawasan IKN.

Total, sepanjang operasi modifikasi cuaca BMKG di IKN telah dilakukan penyemaian sekitar 213 sorti penerbangan dan menghabiskan bahan Natrium Klorida (NaCl) dan CaO mencapai 200 ton ke awan hujan cumulus.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here