BNPB : Awas Kebakaran karena Elnino Menguat

0
76

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewanti-wanti ancaman kebakaran hutan dan lahan yang semakin besar jika tidak diantisipasi secara intensif. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, aktivitas El Nino yang semakin menguat menjadi salah satu faktor utamanya.

Sutopo menjelaskan, menguatnya aktivitas El Nino diperkirakan akan melanda Indonesia hingga bulan November 2015. Jika ini terjadi, maka awal musim hujan di beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami kemunduran.

“Jika antisipasi tidak dilakukan secara intensif, maka kebakaran hutan dan lahan bakal terulang seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Sutopo dalam keterangan persnya, Minggu (26/07/2015) kemarin.

Dia memerinci, berdasarkan pemantauan satelit Modis (Terra-Aqua) pada Minggu kemarin, titik panas di Sumatera berjumlah 308 titik dengan pembagian sebagai berikut, Riau (122), Sumatera Selatan (59), Jambi (58), Bengkulu (10), Sumatera Barat (19), Sumatera Utara (25), Bangka Belitung (9), Kepualauan Riau (1), dan Lampung (5).

Sebagai upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan BNPB mengerahkan dua pesawat terbang untuk operasi hujan buatan di Riau dan Sumatera Selatan. Selain itu BNPB juga menyewa helikopter berkapasitas besar untuk pemboman air dan ditempatkan di Riau sebanyak dua unit (helikopter jenis Sikorsky dan MI-171) dan di Palembang satu unit (helikopter MI-171) yang sekali terbang mampu mengangkut 4.500 liter air.

“Kami masih mengusahakan meminjam pesawat untuk hujan buatan di Kalimantan yang operasionalnya dilakukan BPPT. Begitu pula sewa pesawat dan heli ditambah sesuai permintaan Pemda dan ancaman kebakaran,” ujarnya.

BNPB, lanjut Sutopo, sifatnya memberikan pendampingan dan penguatan kepada Kementerian LHK dan BPBD. “Kepala daerah dan aparat yang ada diharapkan aktif turun ke lapangan melakukan pencegahan di daerahnya, sebab pencegahan lebih efektif daripada pemadaman,” tegas Sutopo.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here