JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan rencana relokasi bagi 28 keluarga yang tinggal di zona rawan longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Pemindahan baru akan dimulai setelah seluruh tahap penanganan darurat bencana dinyatakan selesai.
Kepala BNPB Suharyanto menyebut relokasi menjadi langkah mendesak karena kondisi kontur tanah di kawasan perbukitan Majenang masih sangat labil dan berpotensi bergerak kembali. Pemerintah daerah, katanya, sudah menyiapkan lokasi baru yang akan ditempati warga.
Hingga Jumat, operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung. BNPB mencatat sebanyak 20 orang belum ditemukan dan diduga tertimbun material longsoran di Dusun Cibaduyut, Cibeunying, dan Tarukahan. Tiga korban lainnya telah ditemukan meninggal dunia.
Longsor tersebut dipicu hujan deras berdurasi panjang yang membuat struktur tanah tidak stabil dan menimbun 16 rumah warga. Untuk pencarian, sekitar 200 personel dari Basarnas, BPBD, Tagana, PMI, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat diterjunkan ke lokasi.
BNPB juga mengerahkan alat berat, pompa alkon, serta menjamin kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama operasi berlangsung. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di area longsor demi keselamatan.
Suharyanto menegaskan relokasi menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa dan memastikan keamanan warga yang tinggal di daerah rawan.



