
KATINGAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan supaya Pemerintah Kabupaten Katingan atau bahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan.
Penetapan tersebut berdasarkan laporan banjir yang merendam sebanyak 87 desa di Kabupaten Katingan pada Senin.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan analisis cuaca melaporkan Kalimantan Tengah masih berpeluang dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang memungkinkan terjadi banjir susulan atau bencana lainnya dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya diberitakan berdasarkan catatan tim gabungan di lapangan setidaknya ada 5.728 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian muka air 60-100 centimeter itu.
Ia mengungkapkan, banjir terjadi setelah Kabupaten Katingan diguyur hujan berintensitas deras sejak Sabtu (25/5) dini hari, membuat empat air sungai besar meluap; Sungai Katingan, Senamang, Bemban dan Samba.
Selain pemukiman warga luapan air sungai itu juga merendam sebanyak 36 unit bangunan fasilitas pendidikan, 34 unit fasilitas kesehatan, 42 fasilitas ibadah dan 25 unit gedung perkantoran.
Pusdalops BNPB mencatat setidaknya sebanyak 12.123 keluarga yang terdiri dari 28.589 orang menjadi korban terdampak hingga sebagian harus dievakuasi ke pengungsian.




