
JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan sekitar 36 ribu unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, pembangunan huntap dilakukan oleh BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pihak lain seperti Yayasan Buddha Tzu Chi.
Dalam pelaksanaannya, BNPB menerapkan dua skema, yakni pembangunan langsung oleh pemerintah dan pembangunan mandiri oleh masyarakat.
Untuk skema mandiri, masyarakat mendapatkan bantuan sebesar Rp60 juta per unit yang disalurkan dalam dua tahap. BNPB juga menyediakan petunjuk teknis agar rumah yang dibangun memenuhi standar kelayakan dan aman dari risiko bencana, termasuk penggunaan material tertentu seperti besi beton.
Suharyanto menegaskan adanya perbedaan nilai pembangunan antara huntap terpusat dan yang dibangun di lokasi asal. Hal ini dipengaruhi konsep relokasi, terutama bagi warga yang harus pindah dari lingkungan sebelumnya ke kawasan baru.
Masyarakat diberi kebebasan memilih, apakah ingin menempati hunian terpusat atau tetap membangun rumah di lokasi asal, selama wilayah tersebut dinyatakan aman dari risiko bencana.
BNPB juga membuka peluang bagi masyarakat atau pemerintah daerah untuk menambah pembiayaan guna meningkatkan kualitas hunian.
Program ini ditujukan terutama bagi warga yang sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.



