MESIR -Ledakan bom terjadi di Katedral Kairo Coptic, Kairo, Mesir, Minggu (11/12/2016), sesaat setelah pendeta memanggil para umatnya untuk memasuki ruang peribadatan.
“Tak lama setelah pendeta memanggil kami untuk bersiap ibadah, ledakan tersebut terjadi,” ujar Emad Shoukry, dikutip dari Reuters.
Menurutnya kontan semua orang panik dan beruntung ia berhasil lolos dari dalam ruang ibadah setelah berusaha keluar dari gereja setelah berhasil meraba pintu keluar.
“Saya mencari pintu meski tidak bisa melihat apapun,” katanya.
Atas ledakan tersebut sedikitnya 25 orang tewas dan enam orang di antaranya merupakan anak kecil, dan 46 terluka.
Jemaat gereja Ortodoks merupakan komunitas kristen terbesar di Timur Tengah. Jumlahnya mencapai 10 persen dari 90 juta warga Mesir.





