
MOBIL memuat bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan, Senin (30/11), paling tidak menewaskan 30 aparat keamanan dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
Reuters melaporkan, bom mobil yang ditargetkan ke kompleks pasukan perlindungan publik dan pasukan keamanan Afghanistan tersebut juga mengakibatkan merusak tempat tinggal warga sipil di sekitar kompleks, dan diperkirakan lebih banyak korban di sekitar lokasi ledakan.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Arian mengkonfirmasi kejadian itu namun belum menjelaskan lebih lanjut terkait dampak ledakan yang diakibatkannya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada satupun pihak yang mengklaim atas serangan bom mobil tersebut, sementara jubir Taliban, Zabihullah Mujahid pun tidak mengkonfirmasi atau menolak bertanggugjawab atas peristiwa itu.




