LOMBOK – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Mohammad Rum menyampaikan penyebab dari banjir bandang yang menerjang empat kecamatan di Lombok Timur.
Menurutnya banjir bandang bukan akibat jebolnya Bendungan Pandandure karena kondisi bendungan tersebut diyakininya dalam kondisi aman.
“Tidak ada Bendungan Pandandure yang jebol, jadi dipastikan aman. Pandandure tidak meluap, bisa jadi malah lebih besar banjirnya, tentunya daerah kiri kanan akan kena juga dong. Tidak benar itu jebol atau meluap,” ungkapnya, dilansir Suarantb, Selasa (21/11/20170.
Menurut Rum, penyebab banjir itu hujan yang turun dalam intensitas tinggi, sementara saluran dan sungai tidak siap menampung debit air. Terjadinya sedimentasi, banyaknya bangunan yang dibangun mepet dengan bantaran sungai juga mengurangi kapasitas sungai.
Ditambahkannya, beberapa jembatan desa yang menghubungkan antar dusun menggunakan pilar tengah yang menjadi penghambat aliran air. “Karena banjir pasti membawa material sampah, karena ada jembatan ini tentunya tertahan di sana, numpuk-numpuk. Sehingga saat hujan tinggi meluaplah sungai, kalau saja lancar air itu sebenarnya mungkin tidak akan terjadi banjir,” tambahnya.
Rum juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, sebab puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember dan Januari. Sehingga, aksi tanggap darurat saja dinilainya tidak cukup. Perlu dilakukan mitigasi bencana dengan memperkuat tanggul-tanggul dan normalisasi sungai.




