Buat yang Belum Tahu! Ini Perbedaan Sedekah dan Infak, yuk Simak!

Zakat
Ilustrasi/ Foto: Zakatsedekah.com

JAKARTA – Dalam Islam, umat tidak hanya diwajibkan beribadah kepada Allah SWT melalui salat, puasa, dan sebagainya, tetapi juga dianjurkan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Salah satu cara untuk membantu adalah dengan menyisihkan sebagian harta dalam bentuk zakat, infak, atau sedekah.

Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan antara sedekah dan infak. Oleh karena itu, sebelum beramal, penting untuk memahami ulasan berikut ini.

Perbedaan Sedekah dan Infak dari Segi Definisi

Perbedaan sedekah dan infak dapat dilihat dari definisinya. Meskipun terlihat mirip, keduanya sebenarnya berbeda.

Infak berasal dari kata Arab “anfaqa,” yang berarti mengeluarkan harta untuk memenuhi keperluan dalam agama Islam.

Sedangkan sedekah berasal dari kata “shodaqoh,” yang berarti pemberian sukarela untuk memperoleh rida Allah SWT.

Perbedaan sedekah dan Infak dari Segi Wujud Harta

Selain definisi, perbedaan sedekah dan infak juga dapat dilihat dari bentuk harta yang dikeluarkan. Infak adalah harta yang kita miliki dan disalurkan untuk memenuhi perintah agama, seperti menyantuni anak yatim atau menyumbang untuk pembangunan masjid.

Infak tidak memiliki batasan nisab tertentu, sehingga bisa dilakukan dengan jumlah dan waktu yang fleksibel. Infak dianjurkan (sunah) bagi yang mampu, dan Allah SWT menjanjikan pembukaan rezeki bagi yang ikhlas berinfak.

Sedekah, di sisi lain, tidak harus berbentuk uang atau barang. Tindakan yang membawa kebaikan bagi orang lain, bahkan seperti tersenyum, juga dihitung sebagai sedekah.

Hukum sedekah adalah sunah, artinya orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala, tetapi tidak melakukannya tidak menyebabkan dosa.

Allah menjamin bahwa harta tidak akan berkurang dengan bersedekah, dan sedekah merupakan amalan yang pahalanya tidak terputus bahkan setelah meninggal dunia.

Manfaat Sedekah dan Infak

Seperti zakat, infak dan sedekah memberikan banyak manfaat bagi yang melakukannya, antara lain:

  • Mempererat hubungan dengan masyarakat.
  • Menghindari sifat takabur atau sombong, yang dibenci Allah SWT.
  • Mendapatkan rida Allah SWT.
  • Membantu melepaskan obsesi terhadap harta yang bersifat sementara.
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here