spot_img

Bumil Wajib Waspada! Ini Bahaya Hipertensi dalam Kehamilan, Sebabkan Kejang hingga Kematian

JAKARTA – Hipertensi pada ibu hamil menjadi isu kesehatan yang perlu diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika angka tekanan darah melebihi batas normal.

Angka tekanan darah menjadi indikator penting untuk mendeteksi masalah kesehatan pada ibu hamil dan janin. Tekanan darah normal pada ibu hamil adalah 120/80 mmHg, sedangkan hipertensi terjadi jika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg.

Gejala hipertensi meliputi nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, sesak napas, dan pembengkakan tangan serta wajah.

Agustina Nurmala, dokter dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, menyoroti bahaya hipertensi pada ibu hamil, yang dapat menyebabkan kejang, persalinan prematur, dan komplikasi serius termasuk kematian.

Komplikasi tersebut, kata dia, mencakup hambatan pertumbuhan janin, sindrom, dan risiko kematian.

“Terus, bahayanya apa, sih, Dok? Bahayanya itu satu, dia bisa kejang. Yang kedua adalah terjadinya persalinan prematur. Dan yang ketiga adalah bisa terjadinya komplikasi-komplikasi yang lain,” ujar Agustina dilansir dari Antara.

Hipertensi selama kehamilan dapat terjadi karena faktor-faktor seperti kondisi hipertensi sebelum hamil atau munculnya penyakit ini selama kehamilan (hipertensi gestasional).

Faktor risiko meliputi usia ibu di atas 35 tahun, riwayat persalinan sesar, diabetes mellitus, dan penyakit tertentu.

“Jika memang dia dari awalnya hanya ada hipertensi kronis, dia memang tidak akan sembuh, karena dari awalnya ibu hamil itu sudah ada hipertensi. Yang bisa kita lakukan adalah mengontrol tensinya lagi ketika dia sudah selesai bersalin. Tapi, jika dia hipertensi gestasional, dia biasanya akan pulih setelah 12 minggu pascamelahirkan,” katanya.

Agustina menambahkan, apabila sudah hipertensi kemudian hamil, perlu waspada dan melakukan sejumlah langkah guna mengatasinya.

“Satu, dia harus ANC (pemeriksaan kehamilan) teratur. Terus dia harus mengontrol tensinya dalam batas yang adekuat, yang disarankan oleh dokter. Yang ketiga, dia harus menjaga pola makannya, pola gaya hidupnya,” ujarnya.

Mengenai gaya hidup, Agustina mengatakan bahwa stres perlu dikurangi, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan olahraga teratur seperti senam atau yoga khusus untuk ibu hamil.

Agustina juga menyarankan konsumsi makanan bernutrisi alami dengan memerhatikan variasi dan kecukupan protein, karbohidrat, sayur, dan buah. Garam tinggi pada makanan cepat saji perlu dikurangi, karena tidak disarankan bagi ibu hamil dengan hipertensi.

“Nutrisi pada ibu hamil disarankan lebih bervariasi, yang empat sehat lima sempurna. Ada protein, karbohidrat, sayur, buah, semuanya harus ada. Itu, sih, yang kita sarankan. Tidak mengacu pada harus ikan-ikan tertentu. Jadi, bervariasi agar kebutuhan nutrisi dan mineral-mineralnya tercukupi semua,” tuturnya.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles